Cegah Tawuran Pelajar dan Tangkal Hoaks, PWI Jaksel Ajak Generasi Muda Jaga Jakarta

IMG 20261028 WA0230

JAKARTA, P2NAPAS.news — Pencegahan tawuran pelajar dan penyebaran berita bohong atau hoaks membutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah, insan pers, aparat, tenaga pendidik, orang tua, dan generasi muda. Penguatan wawasan kebangsaan serta literasi digital dinilai penting untuk menjaga persatuan dan melindungi masa depan pelajar.

Pesan tersebut mengemuka dalam dialog interaktif bertema Wawasan Kebangsaan, Pencegahan Tawuran dan Berita Hoaks yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Koordinatoriat Jakarta Selatan di Ruang Antasari, Gedung Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 itu diikuti 265 peserta, terdiri atas pelajar SMA/SMK dan guru pendamping serta tamu undangan.

IMG 20261028 WA01801 scaled

Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengapresiasi inisiatif PWI dalam menyelenggarakan kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting bagi generasi muda, terutama di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Syafrin menegaskan, insan pers memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan melalui penyampaian informasi yang akurat, profesional, dan berimbang. Pemberitaan yang bertanggung jawab diharapkan dapat membantu meredam potensi konflik, termasuk tawuran di lingkungan masyarakat.

Ia juga berharap para guru dapat memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya memperoleh informasi dari media profesional dan terpercaya, sekaligus membiasakan mereka memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

IMG 20261028 WA0231

Ketua PWI Koordinatoriat Jakarta Selatan, Joni Matondang, menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral insan pers dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya, peran wartawan tidak hanya menyampaikan informasi melalui pemberitaan, tetapi juga memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Joni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membentengi pelajar dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan mereka. Ia menekankan pentingnya menghentikan penyebaran hoaks, menolak tawuran, dan mengisi masa muda dengan kegiatan positif serta prestasi.

Sementara itu, Perwira Seksi Teritorial Kodim 0504/Jakarta Selatan, Mayor Inf. Dicson Abislom, menekankan pentingnya pembentukan karakter kebangsaan dan kepemimpinan sejak dini. Ia mengingatkan bahwa pelajar perlu memiliki kemampuan membedakan pengaruh positif dan negatif agar tidak mudah terbawa lingkungan yang merugikan.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan Manusia, Dicky Krishnawardana, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tawuran tidak memberikan keuntungan bagi pelakunya dan justru berpotensi merugikan masa depan serta mengganggu ketenteraman masyarakat.

Dicky mengajak para pelajar untuk berani menolak ajakan tawuran, menjaga perilaku, dan fokus mengejar cita-cita. Ia juga menyinggung kemungkinan konsekuensi terhadap bantuan pendidikan, termasuk Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam sesi literasi digital, Ketua PWI Provinsi DKI Jakarta, Kesit Budi Handoyo, memaparkan sejumlah ciri informasi yang patut dicurigai sebagai hoaks. Di antaranya judul provokatif, sumber yang tidak jelas, bahasa yang cenderung menghasut, serta ajakan menyebarkan informasi tanpa memeriksa kebenarannya.

Kesit mengingatkan bahwa masyarakat perlu bersikap kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial. Memeriksa sumber resmi, membandingkan informasi dengan pemberitaan media tepercaya, dan tidak terburu-buru membagikan kabar yang belum terverifikasi merupakan langkah penting untuk mencegah penyebaran hoaks.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, termasuk pemerintah daerah, Kesatuan Bangsa dan Politik Jakarta Selatan, Suku Dinas Pendidikan Wilayah II Jakarta Selatan, Bank Jakarta, Baznas (Bazis) Jakarta Selatan, aparat teritorial, guru, dan sekolah tingkat SMA sederajat.

Melalui dialog tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya memahami pentingnya wawasan kebangsaan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan berikutnya adalah memastikan edukasi semacam ini berlanjut melalui pendampingan di sekolah, pengawasan lingkungan pergaulan, dan peningkatan literasi digital.

P2napas.news — Menjaga Jakarta bukan hanya tanggung jawab aparat dan pemerintah. Generasi muda juga memiliki peran penting dengan menolak tawuran, mengutamakan prestasi, serta menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab.

(JA/ RL)

Editor Redaksi

IMG 20261004 WA00511 16

Tag :

#P2NAPASNews #PWIJaksel #JakartaSelatan #JagaJakarta #CegahTawuran #TangkalHoaks #WawasanKebangsaan #HariSumpahPemuda2026 #SumpahPemuda #LiterasiDigital #PelajarIndonesia #GenerasiMuda #Pendidikan #PersIndonesia #BeritaJakarta #MediaNusantara #PengawalAspirasi #StopTawuran #LawanHoaks #PemberitaanBerimbang