Arosuka Diterjang Galodo, Polri Kerahkan SAR dan Siapkan Mapolres Jadi Pengungsian

1001651230

SOLOK, p2napas.news – Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026) malam.

Polri bersama unsur gabungan langsung melakukan pencarian, evakuasi, pembersihan material, serta membantu penanganan warga terdampak.Bencana terjadi sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kabupaten Solok sejak sore.

Longsor di sekitar hulu Sungai Batang Laso membawa material pasir, batu, lumpur, dan air hingga menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta meluap ke Jalan Raya Solok–Padang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Menurutnya, personel Polri bersama unsur gabungan bergerak melakukan pencarian, evakuasi, pembersihan material, dan pelayanan bagi masyarakat terdampak.

Satbrimob Polda Sumbar mengerahkan Tim SAR setelah apel pemberangkatan sekitar pukul 20.20 WIB. Penanganan di lapangan dipimpin Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K. Personel yang terlibat berasal dari Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Dit Samapta Polda Sumbar, Satbrimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, BPBD Kabupaten/Kota Solok, serta Kodim 0309 Solok.Untuk mendukung operasi, Polri mengerahkan perlengkapan SAR dan kendaraan operasional, termasuk pelampung, helm SAR, alat komunikasi, chain saw, genset, kendaraan SAR, bus, truk, serta alat berat berupa ekskavator, wheel loader, dan beko dozer untuk membersihkan material.

Berdasarkan pendataan sementara, empat warga mengalami luka. Tiga orang mengalami luka ringan, yakni Muslihat (54), Anggiat Sirait (66), dan Yurnalis (45), sedangkan Muhammad Nur Zen (56) mengalami luka berat dan telah dirujuk ke Semen Padang Hospital. Dua warga lainnya, Dafi Arahman (21) dan Agusra (59), masih dalam pencarian.

Selain melakukan pencarian dan evakuasi, Polri menyiapkan Mapolres Solok sebagai salah satu lokasi pengungsian. Sekitar 50 warga diperkirakan membutuhkan tempat pengungsian. Lokasi sementara lainnya disiapkan di Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.

Polri juga menyiapkan pelayanan kesehatan, dapur lapangan, serta trauma healing dan dukungan psikologis bagi warga dan anak-anak terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Galodo turut berdampak pada sejumlah fasilitas pemerintahan. Kantor Dinas PUPR dan DPMN tertimbun material, sementara sejumlah kantor lainnya seperti DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM juga terdampak. Sekitar 100 rumah masyarakat diperkirakan ikut terdampak, namun pendataan masih berlangsung.

Polri mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan longsor serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Penanganan, pencarian warga, pembersihan material, dan pendataan dampak bencana masih terus dilakukan bersama unsur terkait.

(*)

(Sumber: Divisi Humas Polri.)