KWh Meter Disebut Macet Bertahun-tahun, Pelanggan PLN Manna Pertanyakan Tagihan Rp7,56 Juta

MANNA, P2NAPAS.news — Seorang pelanggan PLN bernama Seplin Julianda, warga Kabupaten Bengkulu Selatan, mempertanyakan tagihan listrik yang disebut mencapai Rp7,56 juta setelah petugas PLN melakukan pemeriksaan terhadap kWh meter di kediamannya.
Menurut keterangan konsumen, pemeriksaan tersebut dilakukan oleh petugas PLN yang datang ke rumah dan melakukan pencatatan pada kWh meter. Dalam pemeriksaan itu, konsumen disebut mendapat penjelasan bahwa meteran mengalami kondisi macet yang diduga telah berlangsung dalam waktu cukup lama.
Konsumen mengaku selama ini tetap membayar tagihan listrik yang muncul setiap bulan. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai dasar perhitungan kekurangan pembayaran apabila kondisi kWh meter memang disebut telah mengalami gangguan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Berdasarkan keterangan konsumen, petugas PLN kemudian menyampaikan adanya kewajiban pembayaran yang disebut mencapai Rp7.563.810. Konsumen menyatakan keberatan karena pembayaran listrik selama ini dilakukan berdasarkan tagihan yang diterima setiap bulan.
Persoalan tersebut kemudian disampaikan kepada Kepala PLN cabang Manna pada, Menurut keterangan konsumen, setelah dilakukan pembahasan, nilai yang harus dibayarkan kemudian disebut turun menjadi sekitar Rp5 juta.
Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Konsumen menyebut hingga bulan berjalan masih terdapat tagihan listrik sebesar Rp962.218 yang turut dipertanyakan.
Pemeriksaan Meteran Dipertanyakan

Konsumen mempertanyakan mekanisme pemeriksaan kWh meter yang selama ini dilakukan petugas PLN. Pasalnya, menurut pengaduan yang diterima, petugas disebut secara rutin datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan meteran.
Jika benar kondisi meteran telah mengalami gangguan dalam jangka waktu cukup lama, konsumen mempertanyakan mengapa kondisi tersebut tidak diketahui atau ditindaklanjuti lebih awal melalui pemeriksaan sebelumnya.
Konsumen juga meminta penjelasan mengenai pencatatan angka meter, riwayat pemakaian listrik, serta dasar yang digunakan untuk menentukan adanya kekurangan pembayaran.
Minta Dasar Tagihan Dijelaskan
Konsumen berharap PLN dapat menjelaskan secara transparan dasar munculnya angka Rp7,56 juta, termasuk periode pemakaian yang diperhitungkan dan metode penghitungan yang digunakan.
Selain itu, konsumen mempertanyakan alasan nilai tersebut kemudian disebut berubah menjadi sekitar Rp5 juta setelah dilakukan pertemuan dengan pihak PLN.
Muncul Dugaan, Konsumen Minta Pemeriksaan Objektif
Dalam pengaduannya, konsumen juga menyampaikan dugaan adanya ketidakberesan terkait kondisi meteran dan pemeriksaan yang dilakukan. Konsumen meminta agar persoalan tersebut diperiksa secara objektif untuk memastikan tidak terjadi kesalahan pencatatan maupun perhitungan.
Redaksi tidak menyimpulkan bahwa telah terjadi permainan meteran, pelanggaran, atau kesalahan petugas PLN. Dugaan tersebut merupakan bagian dari keberatan konsumen yang masih membutuhkan verifikasi dan penjelasan dari pihak terkait.
PLN Manna Diminta Berikan Klarifikasi
Atas pengaduan tersebut, pihak PLN Manna diharapkan memberikan klarifikasi mengenai dasar perhitungan tagihan Rp7.563.810, riwayat pemeriksaan kWh meter, alasan perubahan tagihan menjadi sekitar Rp5 juta, serta munculnya tagihan bulan berjalan sebesar Rp962.218.
P2NAPAS.news membuka ruang hak jawab dan hak koreksi bagi pihak PLN maupun pihak terkait lainnya. Pemberitaan ini merupakan laporan atas pengaduan konsumen dan bukan kesimpulan redaksi mengenai adanya pelanggaran sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan klarifikasi resmi.
(Tim Redaksi)

P2NAPAS.news — Media Nusantara, Pengawal Aspirasi dan Suara Masyarakat.



