Diduga Dialihkan ke Guru dan Tendik, Ratusan Siswa di Pitumpanua Wajo Tak Lagi Terima MBG

SULAWESI SELATAN, P2NAPAS.news — Pengurangan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan. Berdasarkan keterangan Marsose Gala, Ketua DPC Media Online Indonesia (MOI) Kabupaten Wajo, sebanyak tujuh sekolah yang sebelumnya dilayani SPPG Pitumpanua Bulete disebut tidak lagi menerima jatah MBG. Ia menduga pengurangan tersebut berkaitan dengan penyaluran makanan kepada guru dan tenaga kependidikan (tendik).
Pernyataan tersebut disampaikan Marsose Gala melalui siaran pers kepada sejumlah awak media di Sengkang, Jumat (23/10/2026). Ia menjelaskan, berdasarkan hasil investigasi dan pemantauan tim MOI DPC Kabupaten Wajo, SPPG Pitumpanua Bulete yang bermitra dengan dapur MBG milik Fitri alias Captain Abidin sebelumnya melayani 14 sekolah dengan jumlah penerima sekitar 3.700 orang. Saat ini, menurut keterangannya, layanan tersebut tinggal mencakup tujuh sekolah dengan sekitar 3.200 penerima.
Marsose menyebut terdapat tujuh sekolah yang tidak lagi memperoleh jatah MBG, yakni TK Negeri 1 Pitumpanua, TK Batu, TK PGRI, TK Bhayangkari, SDN 182 Bulete, SDN 184 Batu, dan SDN 353 Bulete. Sementara itu, tujuh sekolah yang disebut masih menerima layanan meliputi TK Cappa Padang, SDN 181 Bulete, SDN 399 Siwa, SMPN 1 Pitumpanua, MTsN, SMAN 6 Wajo, dan SMKN 2 Wajo.
Selain sekolah, menurut Marsose, terdapat lima posyandu di wilayah Kelurahan Bulete dan sekitarnya yang turut menerima layanan MBG. Posyandu tersebut adalah Posyandu Andi Kollo, Kampung Pabelle Cappa Padang, Hasnur, Sayang Ibu Tellang, dan Kasih Ibu Topitu.
Marsose menyayangkan pengurangan layanan terhadap sejumlah sekolah tersebut. Ia menilai perubahan sasaran penerima manfaat perlu dijelaskan secara terbuka, terutama apabila berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak yang sebelumnya menerima makanan melalui program pemerintah tersebut.
“Yang kami ketahui, program MBG merupakan program pemerintah untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok sasaran yang telah ditetapkan. Karena itu, apabila ada perubahan penerima manfaat, perlu dijelaskan apa dasar kebijakan dan petunjuk teknisnya,” demikian inti pernyataan Marsose dalam siaran pers tersebut.
Ia juga menduga makanan yang sebelumnya dialokasikan untuk sejumlah sekolah dialihkan kepada guru dan tenaga kependidikan. Namun, dugaan mengenai pengalihan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui dokumen alokasi, petunjuk teknis, serta keterangan dari pihak berwenang. Belum terdapat dokumen yang disampaikan dalam bahan pemberitaan ini untuk memastikan alasan resmi perubahan penerima manfaat.
Sementara itu, Kepala SPPG Pitumpanua Bulete, Andi Aina Ulfi, sebagaimana dikutip dalam siaran pers Marsose, membenarkan bahwa guru dan tenaga kependidikan turut mendapatkan MBG. Ia menyatakan pelaksanaan tersebut mengikuti petunjuk dari pusat dan menyebut kebijakan itu bersifat sementara sembari menunggu petunjuk lebih lanjut.
Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam persoalan ini. Untuk memastikan duduk perkara secara utuh, diperlukan penjelasan mengenai dasar kebijakan pemberian MBG kepada guru dan tendik, mekanisme penetapan sasaran, serta alasan tujuh sekolah tidak lagi menerima layanan. Perlu pula dipastikan apakah perubahan tersebut merupakan penyesuaian distribusi sementara atau keputusan berdasarkan evaluasi resmi.
P2NAPAS.news memandang transparansi dan ketepatan sasaran sebagai aspek penting dalam pelaksanaan program MBG. Klarifikasi dari Badan Gizi Nasional (BGN), koordinator wilayah terkait, serta pihak SPPG diperlukan untuk memastikan bahwa distribusi makanan berjalan sesuai ketentuan dan kelompok penerima manfaat memperoleh pelayanan sebagaimana ditetapkan.
Hingga berita ini disusun berdasarkan bahan yang diterima redaksi, belum ada dokumen resmi yang menjelaskan dasar perubahan penerima manfaat di SPPG Pitumpanua Bulete.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi BGN, pihak SPPG, pengelola dapur, sekolah-sekolah terkait, serta pihak lain yang berkepentingan. P2NAPAS.news tidak menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum fakta dan ketentuan yang berlaku diverifikasi.

P2NAPAS.news — Media Nusantara, Pengawal Aspirasi dan Suara Masyarakat.
(Tim Redaksi)
Tagar
#MBG #MakanBergiziGratis #BGN #SPPG #Pitumpanua #Bulete #Wajo #SulawesiSelatan #Pendidikan #GiziAnak #TransparansiPublik #P2NAPASnews




