Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit: Ini Profil dan Arah Baru Polri

IMG 20261001 WA0218JAKARTA — p2napas.news — Tongkat kepemimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi berpindah tangan.ews Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kamis (1/10/2026).

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta. Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Pergantian tersebut dilakukan setelah DPR RI menyetujui pengangkatan Suyudi melalui Rapat Paripurna. Sebelumnya, Komisi III DPR RI telah menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Suyudi dan menyetujuinya secara aklamasi.

IMG 20261001 WA0219

Dari Reserse hingga Memimpin BNN

Suyudi Ario Seto  merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya banyak berkaitan dengan bidang reserse sebelum kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Polri.

Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain di jajaran reserse, Kapolres di wilayah Jabodetabek, Wakapolda Metro Jaya, hingga Kapolda Banten.

Karier Suyudi kemudian berlanjut ke tingkat nasional. Pada 25 Agustus 2025, ia dipercaya menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), sebelum akhirnya diajukan Presiden Prabowo sebagai calon Kapolri pada akhir September 2026.

Dengan pengalaman tersebut, Suyudi kini memimpin institusi Polri pada periode baru yang menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait penegakan hukum, pelayanan publik, keamanan, serta hubungan kepolisian dengan masyarakat.

Suyudi Bawa Visi “Polri Bersama Masyarakat”

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Suyudi menyampaikan visi “Polri Bersama Masyarakat”.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa pergantian pimpinan tidak seharusnya dimaknai sebagai memulai perjalanan institusi dari nol. Program yang telah berjalan dengan baik, menurutnya, perlu dilanjutkan, sementara hal-hal yang tumpang tindih perlu disederhanakan.

Suyudi juga menyampaikan bahwa Polri memiliki peran dalam menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan keamanan, serta menindak tindak pidana sesuai kewenangannya.

Tantangan Kapolri Baru

Dengan resminya Suyudi menjadi Kapolri, perhatian publik kini beralih pada bagaimana visi tersebut diterjemahkan ke dalam kebijakan dan pelayanan kepolisian di lapangan.

Sejumlah isu yang menjadi bagian dari agenda kepolisian antara lain penegakan hukum, pemberantasan korupsi dan narkotika, keamanan nasional, reformasi birokrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam forum DPR, Suyudi juga menyatakan keterbukaan terhadap koreksi masyarakat sebagai bagian dari arah kepemimpinannya.

Hal tersebut membuat pelaksanaan program dan kebijakan Polri ke depan akan menjadi bagian penting yang dapat dipantau publik.

Pengalaman Panjang di Lapangan

Latar belakang Suyudi di bidang reserse menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan kariernya. Ia pernah menduduki sejumlah posisi yang berkaitan dengan penanganan perkara pidana dan kemudian berkembang ke jabatan kepemimpinan di tingkat wilayah.

Pengalaman sebagai Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten menjadi bagian dari perjalanan menuju jabatan nasional. Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi juga memimpin BNN selama lebih dari satu tahun.

Kini, pengalaman tersebut akan diuji dalam skala yang jauh lebih luas. Sebagai Kapolri, Suyudi bertanggung jawab memimpin institusi kepolisian di seluruh Indonesia.

Pergantian Kepemimpinan Polri

Pergantian Suyudi sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

DPR menyetujui pemberhentian Listyo Sigit secara hormat dari jabatan Kapolri bersamaan dengan persetujuan pengangkatan Suyudi. Keputusan tersebut didasarkan pada Surat Presiden Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026.

Dengan pelantikan pada 1 Oktober 2026, Suyudi resmi menjadi pucuk pimpinan baru Korps Bhayangkara.

Publik Menanti Implementasi

Perubahan kepemimpinan di tubuh Polri kini memasuki tahap baru. Pernyataan dan visi yang disampaikan dalam proses pencalonan akan menjadi perhatian publik ketika diterapkan dalam kebijakan nyata.

Bagi masyarakat, ukuran kepemimpinan baru Polri nantinya tidak hanya terlihat dari program yang disampaikan, tetapi juga dari bagaimana institusi memberikan pelayanan, menangani perkara, menjaga keamanan, serta merespons kritik dan aspirasi masyarakat.

P2NAPAS.news akan terus mengikuti perkembangan kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, termasuk pelaksanaan program dan arah pembenahan Polri di berbagai daerah.

(Abdi Nopirta)

Editor Redaksi